Komoditas Ternak

 

Pembahasan Komoditas Ternak

1. Pengertian Komoditas Ternak

Komoditas ternak adalah hasil dari usaha peternakan yang memiliki nilai jual dan dapat diperjualbelikan. Komoditas ini mencakup hewan ternak itu sendiri maupun produk turunannya seperti daging, telur, susu, dan kotoran (yang dapat diolah menjadi pupuk atau biogas).

Komoditas ternak sangat penting dalam dunia agribisnis karena menjadi salah satu sumber pangan protein hewani, pemasukan ekonomi masyarakat, serta bagian dari sistem ketahanan pangan nasional.


2. Jenis-Jenis Komoditas Ternak Unggas

Di bidang ternak unggas, komoditas utama meliputi:

  • Ayam pedaging (broiler) → komoditas utama: daging ayam

  • Ayam petelur (layer) → komoditas utama: telur konsumsi

  • Itik dan entok → komoditas: daging dan telur asin

  • Burung puyuh → komoditas: telur puyuh dan daging puyuh

Produk sampingan juga menjadi komoditas bernilai seperti:

  • Kotoran ayam → dijadikan pupuk kandang

  • Bulu ayam → potensi untuk kerajinan atau pakan


3. Proses Produksi Komoditas Ternak

Produksi komoditas ternak unggas mencakup beberapa tahap:

  1. Persiapan kandang dan sanitasi

      2. Pemilihan bibit unggas 
      3. Pemberian pakan dan manajemen kesehatan
      4. Panen hasil (daging/telur)
      5. Pengemasan dan pemasaran

Dalam lingkungan pendidikan vokasi seperti SMK, semua proses ini dipelajari secara praktik dan teori untuk menyiapkan siswa sebagai tenaga kerja terampil atau wirausahawan muda.


4. Contoh Nyata di SMK Negeri 1 Kedawung Sragen – Jurusan Agribisnis Ternak Unggas

Di SMK N 1 Kedawung Sragen, Jurusan Agribisnis Ternak Unggas menjadi salah satu jurusan unggulan. Sekolah ini memiliki sarana praktik yang mendukung pembelajaran komoditas ternak secara langsung.

Contoh nyata kegiatan komoditas ternak di sekolah:

  • πŸ”Ή Pemeliharaan ayam petelur di kandang praktik

    Siswa melakukan praktik langsung mulai dari memberi pakan, sanitasi kandang, pengambilan telur, hingga pencatatan produksi. Telur hasil panen dijadikan komoditas sekolah yang dipasarkan kepada guru, masyarakat sekitar, dan koperasi sekolah.

  • πŸ”Ή Produksi ayam pedaging (broiler)
    Siswa membudidayakan ayam broiler dalam siklus tertentu (biasanya 35 hari), dan hasil panennya berupa daging ayam dijual ke pasar lokal atau untuk kegiatan praktik pengolahan produk ternak.
  • πŸ”Ή Pengolahan hasil ternak
    Siswa juga diajarkan cara mengolah komoditas, seperti membuat telur asin, abon ayam, atau nugget ayam sebagai produk bernilai tambah (value added product).
  • πŸ”Ή Manajemen pemasaran hasil ternak
    Produk yang dihasilkan dipasarkan melalui program Teaching Factory (TeFa), yaitu model pembelajaran berbasis industri untuk membentuk kompetensi bisnis siswa.


5. Manfaat Ekonomi dan Edukasi

Keberadaan kegiatan komoditas ternak unggas di lingkungan sekolah memberi manfaat ganda:

  • Bagi siswa:
    Mendapat keterampilan nyata, pengalaman wirausaha, dan peluang kerja setelah lulus.

  • Bagi sekolah:
    Menambah pemasukan dari hasil penjualan produk ternak, meningkatkan mutu pembelajaran vokasi.

  • Bagi masyarakat:
    Menyediakan produk ternak yang sehat, segar, dan terjangkau serta membangun kemitraan dengan sekolah.


6. Tantangan dan Solusi

Tantangan:

  • Penyakit ternak (seperti ND atau AI)

  • Fluktuasi harga pakan

  • Persaingan dengan produk industri besar

Solusi:

  • Menerapkan manajemen biosekuriti yang ketat

  • Inovasi pakan alternatif dari limbah lokal (seperti maggot atau dedak fermentasi)

  • Penguatan branding produk sekolah


Kesimpulan

Komoditas ternak, khususnya di sektor unggas, adalah salah satu pilar penting dalam agribisnis modern. Di SMK N 1 Kedawung Sragen, kegiatan produksi dan pengolahan komoditas unggas telah menjadi praktik nyata dalam membekali siswa dengan keterampilan dan pengalaman kewirausahaan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai ekonomis yang bisa bersaing di pasar.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Memilih DOC yang Bagus

Berpikir Komputasional dalam Dunia ATU